Kamis, 16 Agustus 2012

Berpegang Pada Ulama Dalam Pemahaman Ayat


jangan anda simpulkan suatu hukum apabila anda membaca sebuah hadits ataupun ayat al-qur'an yang tidak zhahir pengertiannya dalam arti kata dalil tersebut bisa saja ihtimal (menanggung) maknanya kepada makna lain atau bisa juga terjadi Ta'arudh (bertentangan) dalil dengan dalil yang lain dan banyak lagi masalah didalam ilmu ushul fiqh dan musthalahah hadits, seperti Nasakh, lafazh 'am dan Khash, mujmal dan muqayyad, dll. tapi apabila dalil sudah sering kita ketahui dan juga kita ketahui hukumnya maka itu tidak masalah, tapi bukan berarti kita tafsirkan dalil tersebut. hanya sekedar tahu hukumnya. kita ini hanya diwajibkan taqlid tanpa harus mengetahui dalilnya. boleh juga kita membaca dalil mengenai fadhailul a'mal mengenai kabar baik dan kabar buruk seperti siksa orang meninggalkan shalat, siksa kubur, tentang syurga dan nikmat2nya. karena itu untuk memunculkan sifat haibah (takut) dan menambah ketha'atan kita.

contoh suatu hadits mengenai menyapu kaki :tawadhdha'a wa rasysyal ma'a 'ala qudmaihi (Rasulullah berwudhu' dan memercikkan air ke atas 2 tumitnya (menyapu kaki)jika kita langsung mengambil dalil ini sebagai hukum maka kita akan salah besar karena ada dalil lain yang ta'arudh dengan hadits tersebut, yaitu :tawadhdha'a wa ghasala rijlaihi (Rasulullah berwudhu' dan membasuh kedua kakinya)nah pada dalil yang pertama rasulullah memercikkan air ke atas tumitnya, sedangkan yang kedua rasulullah membasuh kakinya.maka cara penyelesaiannya antara kedua dalil tersebut adalah dengan cara Jama' (himpun) antara kedua dalil tersebut dengan cara menanggungkan makna memercik air kepada membasuh air dengan cara sedikit sehingga tidak terjadi simpang siur dalam 2 dalil.sehingga kita yang bermadzhab imamuna Syafi'i berwudhu' dengan cara membasuh kaki.

ini adalah salah satu contoh bahwa jgn kita sekali2 untuk menyimpulkan dalil yang mengandung hukum, baik itu hukum fiqh atau pun tauhid. kita boleh membaca saja untuk sekedar tahu, bukan menyimpulkan atau memutuskan.

awal mula munculnya aliran sesat atau pendapat yang telah begitu jauh menyimpang adalah disebabkan dengan memandang suatu dalil dan tidak memandang dalil yang lain sehingga mereka mengeluarkan hukum hanya dari satu dalil.

saya beri contoh sedikit mengenai paham Mu'tazilah, wahabi, Mutasyabbihah.mereka mengatakan Allah itu duduk di atas arsy yang berada di langit dan mempunyai bentuk, dengan dalil :Arrahmanu istawa 'alal arsy (Allah bersemayan di atas 'arsy)dalam hadits bahwa Allah turun kelangit dunia diketika 1/3 malam

kalau itu hanya patokan maka banyak dalil yang bertentangan dengan dalil tersebut. diantaranya dengan dalil naqli :Kullu syaiin halikun illa wajhah (tiap2 sesuatu itu binasa kecuali wajah Allah)Allahu Nurussamawati wal ardhi (Allah itu cahaya langit dan bumi)Laisa Kamitslihi saiiun (tidak ada sesuatu yang serupa dengan Allah)yadullah fauqa aidihim (tangan Allah diatas tangan2 mereka itu)

pertentangannya :bagaimana bisa Allah duduk di atas Arsy hanya wajah dan tangan saja.... sedangkan tubuh tidak ada ???? Allah itu cahaya langit dan bumi, bagaimana bisa cahaya itu punya tangan dan wajah (tanpa takwil makna cahaya) ???bagaimana bsa ketika qiyamat nanti tangan Allah binasa dan wajah Allah saja yang kekal ??? Allah tidak serupa dengan sesuatu apapun, tapi kenapa Allah sudah serupa dengan manusia bahwa Allah duduk di atas 'arsy dan berada di langit ????nah ini kan bertentangan ??????????????

dalil 'aqli :sebelum Allah menciptakan langit, Allah itu dimana ???? kalau ALlah itu di langit, maka di langit mana ALlah padahal diatas Indonesia punya Langit, diatas amerika punya langit, diatas mekkah punya langit, diatas madinah punya langit, langit mana yang di maksud ???? kalau di katakan hanya langit mekkah, berarti Allah tidak ada di langit Indonesia, amerika, arab saudi, afrika ????kalau di katakan Allah ada di langit mana aja, berarti Allah itu bulat donk, sebagaimana bumi ini bulat (oval), (coba anda gambarkan bumi, diatas bumi itu semuanya langit, ya otomatis Allah itu bulat, bagaimana bisa ????)banyak yang lain2nya lagi.... cukup saya padakan sampai disni, dari segi dalil yang mengandung keimanan

karena tidak boleh main2 dalam keimanan, lawan Iman hanya satu yaitu Kafir, kalau tidak Iman, ya Kafir ...... 

kalau yang di atas dari segi Ilmu fiqh.....mengenai hukum keseharian.... apabila tidak tahu maka selayaknya untuk kita bertanya kepada orang yang mengetahuinya...fas'alu ahladzikri in kuntum la ta'lamuun (tanyalah kepada orang yang ahlinya jika kamu tidak mengetahui) tanya kepada orang yang ahli dalam bidang ilmu masing2, janggan tanya harga tomat sama tukang bangunan. jangan tanya masalah buat rumah sama tukang bengkel sepeda motor.

ini hanyalah suatu renungan bagi kita semua, mudah2an dapat terpetunjukkan dan ALlah memberi hidayahnya kepada kita agar kita kembala kejalan yang lurus.....

2 komentar: